FHI: Petik Tomat
Blog Foto Foto Hari Ini Kuliner Lifestyle Loa Janan YudiIni bukan tomat pertama yang dipanen. Sudah ada beberapa buah yang dipetik.
Halaman ini terasa seperti album kenangan yang hidup. Beberapa waktu lalu, saya menulis tentang panen melon 2020 (lihat ceritanya di sini (klik) ), sebuah bukti kecil bahwa lahan sempit pun bisa bersyukur. Nah, di tempat yang persis sama—pot buatan dari barang bekas yang sama, di sudut rumah yang sama—kini tumbuh cerita baru: tanaman cabai dan tomat.
Dan lihatlah sekarang. Di pot yang sama dengan melon dulu, kini:
Cabai rawit bergantungan kecil-kecil, hijau menghiasi dahan.
Mereka tumbuh tidak serempak, tidak seindah di iklan benih. Tapi bagi kami, itu adalah ketahanan pangan skala rumah tangga yang nyata. Setiap kali istri saya memetik cabai untuk sambal atau tomat untuk sayur, saya merasa seperti melihat kembali filosofi yang dulu ditulis tentang Belanda: lahan sempit yang dikelola efisien bisa memberi banyak.
Hanya saja, skala kami lebih sederhana. Tidak untuk ekspor. Hanya untuk memastikan bahwa meja makan keluarga tidak pernah kehabisan bumbu.
Apa Saja Manfaat Cabai dan Tomat untuk Kesehatan?
Selain menyedapkan masakan, kedua tanaman ini juga menyimpan segudang kebaikan untuk tubuh. Berikut ringkasannya:
Pelajaran yang sama, wajah yang berbeda:
Warisan tak selalu pusaka – kadang warisan terbaik adalah cara kakek dulu memegang cangkul, yang kini ayah tirukan di pot sempit.
Jadi, ketika Anda melihat pot bekas di teras rumah, jangan anggap remeh. Bisa jadi di situlah melon pernah berbuah, dan sekarang cabai serta tomat sedang bersaudara—mengajarkan kita bahwa pangan tidak selalu harus dari pasar. Ia bisa tumbuh dari kesabaran, dari kenangan, dan dari tangan seorang anak petani yang tak pernah berhenti berkebun.
Ditambah lagi, setiap kali istri saya meracik sambal atau sayur bening dari hasil panen ini, kami tidak hanya menikmati kelezatan, tapi juga mendapatkan berkas kesehatan yang menumpuk dari pekarangan sendiri. Sebuah investasi kecil yang berbuah besar: ketahanan pangan sekaligus ketahanan tubuh.
Persuasion – Bacaan yang Tertunda
Setelah tercabik-cabik oleh flm Little Women, aku jadi
sedikit penasaran dengan novel Good Wives walaupun cerita kedua novel itu sudah
terangkum di film Little Women (1994). Jadi aku putuskan untuk mencari dan
membeli novel Good Wives ini.
Sayangnya, (waktu itu) gramedia di kota Samarinda tidak
punya stoknya. Satu-satunya jalan adalah membeli secara daring di marketplace.
Maka, belilah aku novel Good Wives.
Ongkir ke Kalimantan tidak semurah sekitar pulau Jawa.
Sayang rasanya kalau ongkir mahal cuma dipakai untuk beli sebuah buku yang
beratnya tidak sampai 400 gram. Oleh karena itu, aku putuskan untuk nambah belanjaan
buku dari seller yang sama.
Pilihanku jatuh pada novel Persuasion karya Jane Austen.
Sebagai orang yang ngaku-ngaku fan film Pride and Prejudice, aku sama sekali
tidak pernah membaca karya Jane Austen. Itulah yang bikin aku jadi yakin untuk
memilih novel ini.
Aku lupa, kapan persisnya aku beli kedua buku ini. Yang
pasti saat aku menonton film Little Women adalah pada tahun 2017. Mungkin aku
beli buku ini pada ahun 2018.
Karena banyak hal yang terjadi padaku di tahun 2019, 2020,
ditambah lagi dengan adanya pandemi, baca buku bukan menjadi hal yang top
priority. Ditambah lagi, mungkin minat bacaku tidak setinggi orang-orang, sehingga
kedua buku ini masih tersegel rapi selama lebih dari lima tahun.
Akhirnya, buku Presuasions ini baru terbuka segelnya pada
akhir Juni tahun 2025 ini. Pada saat blogpost ini ditulis, aku baru menempuh
sekitar 27% progres membaca buku ini berdasarkan perhitungan aplikasi
goodreads.
Oh, iya. Kalau ada yang follow-followan di goodreads,
silakan kunjungi akun goodreads-ku di sini, ya… >>> Goodreads Yudi
Klik pada tombol berikut untuk berkomentar di fediverse
Komantar di Fediverse/MastodonDengan bangga, saya mengumumkan bahwa dnwahyudi.com kini telah terintegrasi dengan Fediverse! Artinya, kamu sekarang bisa mengikuti dan berinteraksi dengan blog ini langsung dari akun Mastodon atau platform Fediverse lainnya.
Fediverse (gabungan dari federated + universe) adalah jaringan sosial terdesentralisasi yang terdiri dari berbagai platform media sosial seperti Mastodon, PeerTube, Pixelfed, dan lainnya. Semua platform ini bisa saling terhubung meskipun dijalankan secara independen.
Berbeda dengan media sosial konvensional seperti Twitter atau Facebook yang sentralistik, Fediverse memberikan kontrol lebih besar kepada pengguna dan komunitas. Kamu bisa memilih server (instance) sendiri, tetapi tetap bisa berinteraksi dengan pengguna dari server lain — seperti email, tapi untuk media sosial.
Sangat mudah! Jika kamu pengguna Mastodon atau platform Fediverse lain yang mendukung protokol ActivityPub, cukup cari akun kami:
@[email protected]
Atau langsung buka:
https://mastodon.social/@dnwahyudi
Dengan mengikuti akun ini, kamu akan mendapatkan update setiap kali artikel baru diposting di blog ini — langsung di lini masa Mastodon kamu! Selain itu, kamu juga bisa langsung berkomentar di artikel dnwahyudi.com langsung dari akun mastodon kamu
Integrasi dengan Fediverse adalah langkah menuju web yang lebih terbuka, ramah privasi, dan bebas dari algoritma manipulatif. Dengan ini, dnwahyudi.com ingin menjadi bagian dari masa depan internet yang lebih sehat dan transparan.
Yuk, sambut masa depan web yang terdesentralisasi! Ikuti dnwahyudi.com dari platform Fediverse favoritmu dan jangan lewatkan update terbaru kami.
🦣✨ #Fediverse #Mastodon #dnwahyudi #OpenWeb #Blogging
Klik pada tombol berikut untuk berkomentar di fediverse
Komantar di Fediverse/MastodonKlik pada tombol berikut untuk berkomentar di fediverse
Komantar di Fediverse/MastodonIf you like articles on this blog, please subscribe for free via email.
Ad Placement
💬 Diskusi di Fediverse
Bergabunglah dalam percakapan di jaringan sosial terdesentralisasi Mastodon
Memuat komentar dari Mastodon...