April 2013 - @dnwahyudi

Cari Apapun di Sini

Sumpah, Ini Gak Sengaja 0

Sumpah, Ini Gak Sengaja

 Ada saatnya aku kangen banget sama teman-teman dan juga suasana waktu KKN dulu. ๐Ÿ˜ˆ ๐Ÿ˜ˆBiasanya kalau lagi kangen aku hubungin mereka lewat sms atu socmed. Kalau mereka lagi sibuk dan gak bisa dihubungi, terpaksa kangen-kangenannya sendiri aja :music: dibantu dengan foto-foto dokumentasi kita dulu.

Nah.. Kira-kira setahun lalu, aku buka-buka arsip foto dokumen KKN kami. Di situ aku menemukan salah satu foto yang lumayan unik. Di foto itu, terlihat ketua kelompok kami, Gilang sedang bermain-main dengan hewan peliharaan warga setempat. Foto ini aku sendiri yang mengambilnya, lho…!

Waktu itu, kami sedang berisitrahat di tengah tugas kami membagikan bubuk abate kepada warga. Medannya memang sangat menantang, wilayah Kelurahan Sidodamai banyak yang berupa bukit.

Di salah satu rumah warga, ada seekor monyet yang merupakan peliharaan warga. Saat Gilang menjulurkan tangannya, si monyet membalasnya. Mungkin si monyet mengira kalau Gilang akan memberikan makanan. Sepertinya monyet itu sudah sering berinteraksi dengan warga, jadi dia udah jinak banget.


Setelah lebih dari setahun aku baru sadar kalau pose mereka berdua mirip dengan lukisan yang sangat terkenal. Lukisan yang ada di langit-langet Kapel Sistina (Sistine Chapel) di Vatikan.

Awalnya aku agak ragu ๐Ÿ™„ mau nge-pos foto ini karena lukisan di atasnya itu identik dengan tempat suci agama. Jadi, mohon maaf kalau di antara teman-teman pembaca sekalian ada yang gak suka. Foto ini bukan bermaksud apa-apa, cuma mau menunjukkan kebetulan yang lumayan unik. ๐Ÿ™‚

Silahkan berkomentar, dan jempol facebooknya gak akan ditolak..

Kecelakaan Jumat Pagi
0

Kecelakaan Jumat Pagi

Malam Jumat kemarin, aku bersama seorang temanku begadang di kampus untuk numpang wifi gratisan. Rencananya sih, yang begadang itu ada tiga orang, tapi yang satu lagi berhalangan karena harus cucian baju. Kenapa malam Jumat? Bukan karena sambil ngepet, tapi karena hari Jumat-nya libur.

Singkat cerita, sekitar pukul 03.00 lewat (lewatnya berapa menit aku udah lupa) kami memutuskan untuk pulang. Maka, berangkatlah kami untuk pulang. Karena udah malam, seperti biasa smua pintu gerbang di kampus udah ditutup sama petugas keamanan. Satu-satunya jalan keluar dari kampus adalah jalan tembus ke arah jalan Ruhui Rahayu. Mau gak mau kami ya terpaksa lewat situ.

Melewati wilayah sekolah-sekolah Yayasan Sumber Mas pagi-pagi buta itu lumayan bikin jantung dangdutan, soalnya kalo malam di situ gelap banget.

Di pertengahan Jalan Ruhui Rahayu, tiba-tiba ada sesosok yang muncul di kegelapan mencoba menghentikan motorku. Sosok tinggi, kurus, tampak lemes dan berdarah-darah itu hampir aja aku tabrak seandainya dia gak bilang, “Om.. tolong Om saya habis jatuh..”

Aku sempat mengira dia itu orang gila atau orang yang berusaha berniat jahat. Karena dia sudah mengungkapkan jati dirinya, aku gak ragu untuk berhenti dan menolongnya.

“Kamu jatuh di mana?” tanyaku.

“Di situ, Mas,” jawabnya.

Aku agak kebingungan melihat ke arah mana sebenarnya dia menunjuk, karena aku tidak melihat sama sekali ada motor di jalan yang dia tunjuk. Setelah jalan beberapa meter, aku baru tahu kalau dia  dan motornya jatuh ke dalam selokan. Remaja itu jatuh di selokan pinggir jalan yang dalamnya mungkin hampir tiga meter.

Gak lama kemudian, datanglah tiga orang yang berboncengan di atas satu motor melintas. Mereka sempat singgah sebentar, tapi sepertinya mereka buru-buru. Aku bilang aja kalau mereka ketemu orang didepan, tolong beri tahu kalau ada kecelakaan di sini.

Beberapa menit kemudian, datanglah dua orang pemuda yang ikut membantu kami menaikkan  motor si korban. Kalau berdua aja, mungkin sampai siang baru bisa keangkat itu motor.

Setelah motor terangkat, aku pinjamkan telepon selulerku kepada korban. Ia langsung menghubungi beberapa temannya untuk datang menjumputnya.

Waktu aku lihat keadaan motornya sebelum diangkat, yang muncul di kepalaku adalah “Kok bisa??”. Setelah ngobrol-ngobrol dengan dua pemuda yang datang belakangan, aku baru tahu ternyata si korban ini tadinya di kejar polisi. Sepertinya, dia sengaja mematikan lampu depan dan terus melaju. Dia gak sadarkalu ditikungan itu ada selokan yang lumayan dalam.

Nah, bagi teman-teman yang sering berkendara, terutama kendaraan roda dua sebaiknya semakin berhati-hati. Kecelakaan seperti yang dialami oleh bocah ini terjadi karena kesalahannya sendiri. Banyak kasus-kasus keclakaan seperti ini, tapi tidak sedikit pula kecelakaan yang terjadi di mana yang menjadi korban bukanlah yang membuat kesalahan.

Semoga tidak terjadi kecelakaan lalu lintas di Indonesai.. Amin..

Related Post

Ad Placement