2016 - @dnwahyudi

Cari Apapun di Sini

Tour Jakarta Lagi 0

Tour Jakarta Lagi

Sebagai upaya peningkatan Sumber Daya Manusia tenaga kependidikan dari sekolah yang menerapkan program bla.. bla.. bla…

Mungkin potongan kalimat di atas yang akan aku gunakan sebagai paragraf pembuka laporan resmi untuk kunjungan yang aku lakukan kira-kira sebulan lalu. Memang, tujuan utama dari kunjunganku bulan lalu adalah study tour, tetapi tetap saja seperti yang sudah-sudah: jalan-jalannya lebih banyak. πŸ˜€

Ini merupakan kali kedua aku menapakan kaki di Ibu Kota. Sebenarnya kalau disuruh memilih, aku lebih suka kalau diberi liburan di rumah saja. Lumayan, aku bisa punya waktu nonton film sambil blogwalking sana-sini.. Hehe. Karena kunjungan ini memang sudah menjadi bagian tugas negara yang diamanahkan kepadaku, πŸ˜› ya jadi jalani saja..

Foto Monas sengaja aku jadikan featured image pada blogpos kali ini (foto yang di atas), karena Monas merupakan landmark yang banyak dikenal oleh masyarakat secara luas. Jadi biar ada buktinya gitu, kalau aku udah ke Jakarta.. wkwkwk.

Salah satu sudut sekolah yang kami kunjungi

Setelah kunjungan ke sekolah selesai, agenda selanjutnya yaitu jalan-jalan langsung dilaksanakan. Tempat pertama yang kami kunjungi adalah pusat perbelanjaan. Mungkin panitia menyadari bahwa sebagian besar peserta adalah ibu-ibu.

Aku yang memang kurang excited dalam jalan-jalan kali ini tidak terlalu mempersiapkan diri untuk mengunjugi objek-objek wisata. “Ke mana dibawa tour guide, aku ikutin aja lah.” Begitu pikirku.

Pantai Ancol menjadi salah satu destinasi yang kami kunjungi. Pada kunjungan dua tahun lalu, aku cuma menikmati pemandangan di kompleks panta Ancol ini. Kali ini, aku naik Gondola.. πŸ˜€

Selain Ancol, kami juga mengunjungi wilayah Kota Tua khususnya kompleks di sekitar Museum Fatahillah. Di sini, aku merasa lumayan tertarik untuk menjelajah objek wisata yang satu ini. Sayangnya kunjungan kami tidak lama karena kunjungan ke wilayah kota tua tidak dijadwalkan.

Ternyata, kompleks Museum Fatahillah tidak seluas yang aku sangka. Entah bagaimana, kalau lihat di tv atau internet, kompleks museum Fatahillah terasa sangat luas. Mungkin fotografer dan videografer punya teknik khusus sehingga wilayah itu terasa jadi lebih luas ya…

Museum Wayang Jakarta

Masih banyak yang tutup

Entah apa bunyinya

ernyata mengayuh sepeda 28km seminggu belum memberikan dampak signifikan terhadap bentuk dan lekuk tubuh.. πŸ˜€
Kalau ada kesempatan lagi untuk berkunjung dan berwisata, tentu saja aku mau, tapi sepertinya tidak dalam waktu dekat. Semoga ada rejeki lagi buat jalan-jalan ya… dan semoga jalan-jalannya sama kamu.. iya, kamu…. πŸ˜€ ??❤


Tips Mengikuti Astramatika XXIV Tahun 2017 0

Tips Mengikuti Astramatika XXIV Tahun 2017

 

Astramatika sebagai ajang bergengsi kompetisi matematika tingkat SD, SMP/sederajat dan SMA/sederajat di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara akan digelar dalam beberapa minggu lagi. Kompetisi tahunan ini biasanya digelar pada bulan Februari sampai dengan Maret.

Anda sebagai calon peserta tentu mengharapkan hasil yang maksimal pada saat mengikuti Kompetisi bergengsi ini. Berbagai macam persiapan perlu dilakukan agar mendapatkan hasil yang maksimal.

Beberapa tips berikut ini mungkin dapat membantu Tim Anda meraih hasil yang maksimal.
  1. Persiapkan tim Anda secara fisik, mental, spiritual dan finansial.
  2. Bentuk Tim yang kompeten jauh-jauh hari sebelum Astramatika XXIV Tahun 2017 dilaksanakan. Tim yang dipilih bukan hanya siswa sebagai peserta. Yang tidak kalah penting adalah pelatih/guru pendamping, dan juga guru lain yang membantu proses lainnya dalam hal mengikuti Astramatika XXIV Tahun 2017 ini. (Mungkin tips yang satu ini sudah telat untuk dilaksankan pada saat ini. )
  3. Latihan soal khas Olimpiade Matematika.Soal-soal pada Astramatika XXIV tahun 2017 bukanlah soal yang setara dengan soal ujian nasional. Soal yang diberikan lebih kompleks dan menuntut siswa untuk benar-benar memahami konsep matematika, bukan sekedar menyelesaikan soal, seperti yang pembelajaran yang Anda dapatkan di bimbingan belajar biasa. Anda bisa mencari dan download soal-soal khas Astramatika di beberapa blog atau website yang menyediakannya.
  4. Rileks, ikuti prosesnya dengan santai.Jangan jadikan keikutsetaan Anda dalam Astramatika XXIV Tahun 2017 ini sebagai beban, sebaliknya jadikanlah kegiatan ini sebagai pengalaman menyenangkan yang akan berguna bagi Anda di masa yang akan datang.
Demikian tips yang dapat saya berikan. Semoga Tima Anda bisa meraih hasil yang maksimal pada Astramatika XXIV tahun 2017 .

Mungkin Anda tertarik untuk membaca >> Pendaftaran Online Astramatika

Tak β€˜Kan Kulewatkan 0

Tak ‘Kan Kulewatkan

Dua atau tiga tahun yang lalu, baru ngerti kalau ada yang namanya Hari Blogger Nasional. Katanya sih, Hari Blogger Nasional dicanangkan oleh Menteri Kominfo (lupa, siapa yang menjabat waktu itu) secara spontan. Waktu itu, ada event yang di buka oleh Pak Menteri di mana banyak blogger yang diundang dan berpartisipasi. Dalam pidato sambutan beliau, Pak Menteri secara spontan mencanangkan hari itu sebagai hari Blogger Nasional. Mengenai detail sejarah acara dan tokohnya, sila di-google sendiri deh.

Jadi pada kesempatan kali ini, saya cuma tidak mau melewatkan event #HariBloggerNasional tanpa mengeposkan tulisan di blog kesayangan ini. Walau isinya kurang bermanfaat, pokoknya harus ada tulisan di hari penting ini. Hehe…
Gambar yang tidak ada hubungannya dengan tema tulisan
Memang, akhir-akhir ini ide menulis terasa sangat kering. Dalam beberapa waktu terakhir, aku cuma menulis sebulan sekali, berbeda sekali dengan waktu awal blog ini lahir. Dalam sebulan, aku bisa menulis sampai delapan tulisan.

Sepertinya aku perlu untuk kembali meluruskan niat dalam blogging, agar kegiatan blogging ini bisa lebih terarah dan produktif.


Selama ini, kalau ditanya apa alasan blogging biasanya aku menjawab dengan beberapa hal di bawah ini:

Dapat uang dari google adsense
Siapa yang gak mau duit (ngaku aja, terus transfer ke rekeningku), apalagi duit yang datang “tanpa modal”, setidaknya begitu kesan awal yang kudapat ketika tahu bahwa “hanya” dengan menulis di blog bisa dapat duit. Kenyataannya, untuk mendapatkan penghasilan dari adsense tidak semudah yang dibayangkan.

Jadi terkenal
Karena jadi artis susah, siapa tahu aku bisa terkenal lewat tulisanku.

Jadi penulis fiksi
Dulu mikirnya, kalau rajin ngeblog pasti suatu saat akan bisa menghasilkan satu karya fiksi yang bisa bikin aku kaya seperti JK Rowling atau kawan-kawannya (pret).

Melatih kemampuan bahasa

Nah, kalau yang ini mungkin bisa dibilang ada hasilnya. Aku yang termasuk lemah dalam bersosialisasi dan mengalami social anxiety, sangat lemah dalam bahasa verbal. Dengan latihan menulis, setidaknya kemampuanku yang lemah dalam berkomunikasi secara verbal bisa tertolong dengan kemampuan komunikasi tertulis. Selain itu, menulis juga membantu meningkatkan kemampuan komunikasi verbalku.

Mungkin, aku tidak akan menjadi blogger/penulis terkenal, tetapi paling tidak suatu hari di masa yang akan datang anak cucuku akan tahu aku ngapain aja saat ada waktu luang. Mereka akan tahu bahwa kalau sedang ada waktu senggang, aku tidak melakukan hal negatif (ah, mereka gak tahu aja.. πŸ˜€ )
Jembatan Martadipura
0

Jembatan Martadipura

Dalam rangka silaturahim dan liburan lebaran yang lalu, kami sekeluarga berknjung ke kampung halaman ibuku di Kota Bangun, Kutai Kartanegara.

Sebenarnya, kalau bisa disuruh memilih aku akan memilih untuk tetap di rumah. Aku lebih senang tidur atau melanjutkan bersepeda.. Hehehe…

Jadi, yang lagi nge-hits di sana adalah jemabtan yang baru saja diresmikan. Jembatan ini bernama Jembatan Martadipura. Konon katanya, jembatan ini adalah jembatan terpanjang di Indonesia saat ini (data???).

Sebenarnya, rentang utama jembatan ini terbilang biasa saja, tidak terlalu panjang. Yang panjang adalah jalan yang menghubungkan jembatan ini menuju ke pemukiman warga. Kemungkinan karena kondisi tanah yang berupa rawa-rawa, membuat pembangun jembatan lebih memilih untuk memperpanjang rentang jembatan sampai ke darat daripada untuk membangun jalan raya.

Dari beberapa orang bercerita tentang jembatan ini, aku mendapat info bahwa panjang jembatan ini mencapai 17km. Setelah aku ukur menggunakan odometer di dashboard mobil ternyata panjangnya sekitar 13km. Mungkin orang lain mengukurnya saat panas, jadi jembatannya memuai.. Hahaha…

Di bawah ini ada video dari kamera dashboard yang aku unggah ke youtube. Silakan dilihat kalau berkenan.. πŸ˜€

https://www.youtube.com/watch?v=faOMcqvNZa8

https://www.youtube.com/watch?v=HHaUigWsdMQ
Beruang Pijar: Riwayatmu Kini 0

Beruang Pijar: Riwayatmu Kini

Setiap kali menemukan bangunan rusak, ibuku selalu berkomentar bahwa orang Indonesia sudah pintar membangun, tapi kurang pintar merawat. Kalau dipikir-pikir, pernyataan itu sering ada benarnya juga.

Jadi, beberapa hari yang lalu aku pergi ke pasar pagi untuk membeli sesuatu. Di perjalanan pulang, aku singgah di taman tepian, lebih tepatnya di depan kantor gubernur kalimantan timur untuk membeli es dawet. Di taman tepian, terdapat beberapa buah lampion yang menghiasi taman. Sayangnya kondisinya sudah sangat buruk. Bukannya memperindah tampilan taman, lampion itu kini nampak seperti sampah yang memperburuk wajah taman.
Sedikit mengingat sejarah lampion ini. Lampion ini dulu mendapat kritik di media sosial karena saat pembangunannya Samarinda tengah menghadapi banjir di beberapa wilayah.

Nasib hampir serupa juga dialami Taman Teluk Lerong yang berlokasi tidak jauh dari taman di depan kantor gubernur ini. Bahkan taman Teluk Lerong sempat menjadi sorotan media cetak lokal (klik prokal).

Sekarang, satu-satunya taman lampion yang masih terawat adalah Mahakam Lampion Garden yang terletak di jalan Slamet Riyadi. Menurutku, taman itu akan bernasib lebih baik karena di sana ada penjaganya dan pengunjung juga dikenai tarif untuk dapat masuk ke lokasi taman.
Kusiratkan Namamu
0

Kusiratkan Namamu

Untuk yang hadir menyapa dengan pesona….. 

Terlintas pikir inikah takdir

Isyarat langit yang kuanggap pasti

Yakinkan diri engkaulah yang dinanti

Anggun bertahta di dirimu

Fatamorgana sejuk senyummu itu

Akankah hadir hanya untukku

Tapi belum hakku untuk merindu

Harapan memudar seolah sirna

Impian pun kupendam sementara

Namun satu yakin di dalam kalbu

Akan tiba bahagiaku karena bahagiakanmu

Makan di Food Festival 0

Makan di Food Festival

Akhir bulan April sampai dengan awal bulan Mei ini, di Mall Lembuswana, Samarinda diadakan gelaran jajanan rakyat. Lembuswana Food Festival ini adalah gelaran yang kedua setelah beberapa minggu sebelumnya juga diadakan di tempat yang sama.
Sekitar seminggu sebelumnya, di mall sebelah juga diadakan acara yang mirip bernama Samarinda Mega Food Festival. Entah karena persaingan antar mall, atau memang atensi masyarakat yang sangat besar sehingga beberapa acara serupa diadakan dalam waktu yang sangat dekat.
Pengunjung sempat panik saat gerimis
Seingatku, dalam tahun ini secara total sudah ada tiga acara semacam ini di Samarinda. Walau sudah ada tiga acara, aku baru sempat datang ke acara yang di Lembuswana akhir bulan lalu. Aktivitasku yang sangat sibuk dalam mengurusi nasib bangsa ini yang sangat menghambatku jalan-jalan. 😎
Jualannya Mail.. Seketul 2 ringgit…!
Aku melihat hal ini sebagai sesuatu yang positif bagi pariwisata di Samarinda mengingat tidak ada obyek wisata yang tergolong kelas “super” di Samarinda. Wisata alam dan budaya etnik memang ada di Samarinda, tetapi kalah telak dibandingkan dengan obyek wisata yang ada di daerah lain sekitar Samarinda.
Lumayan asik karena gak begitu padat pengunjung.
Karena wisata alam dan etnik tidak bisa diandalkan, mungkin dinas pariwisata perlu memperbanyak acara yang sifatnya pop culture seperti food festival ini. Semoga saja bukan hanya wisatawan lokal yang datang, tapi juga wisatawan dari daerah atau bahkan mancanegara.

Juga menjadi harapan terbesarku adalah; dinas pariwisata kota Samarinda dan Provinsi Kalimantan Timur mau menggunakan jasa blogger sepertiku untuk mempromosikan acara-acara pariwisata yang mereka adakan… Kalau jasaku dipakai, kan lumayan duitnya ditabung demi masa depan, sehingga aku bisa ikut melestarikan spesies manusia di muka bumi ini. Hihihi… πŸ˜€
Tour Kaget Bali Lombok (I) 0

Tour Kaget Bali Lombok (I)

Kring.. Kring…
Bunyi telepon beberapa saat setelah sholat maghrib. Ternyata yang menelpn adalah Ibu pimpinan.. Dalam hati berkata “wah…”

“Halo, Bu..”
“Halo… Yudi bisa, kan menggantikan Ibu untuk perjalanan kunjungan ke Bali?”
(Mau nolak tapi alasannya apa, ya..??? Gak dapat dapat juga, lagi..)
“Iya, Bu. Bisa. (yah.. bablas, dah)”.
“Oke, kalau begitu siap, ya berangkat dini hari nanti jam setengah 2”.
(WHAAAAAATT?!?!?)

Kira-kira begitu dramatisasi awal mula terjadinya tour ini.

Sebenarnya tidak ada alasan untuk tidak menyukai perjalanan seperti ini. Walau judulnya kunjungan studi banding, tetap aja jalan-jalannya lebih banyak.. πŸ˜€
Jadi, berangkatlah aku ke Pulau Dewata dan tetangganya, Pulau Lombok. Tentunya tidak lupa transit di Kota Pahlawan.

Oh, iya. Tulisan kali ini kurang rapi secara kronologi karena selama perjalanan aku tidak membuat catatan yang berguna bagi penulisan blogpost ini. Jadi, aku coba tulis berdasarkan foto-foto yang ada di smartphone aja, ya.

Jadi, setelah menapak Kota Pahlawan beberapa menit, perjalanan langsung dilanjutkan ke Pulau Lombok. Kalau aku tidak salah ingat, perjalanan memakan waktu kurang dari satu jam.
Perjalanan diawali dengan makan siang di Lombok. Tidak seperti tur-tur lain yang pernah aku ikuti, makan siang kami dilaksanakan di sebuah rumah makan kecil. Mungkin Lombok belum seramai pulau lain, pikirku.

Setelah makan siang, rombongan dibawa bus menuju desa sentra pengerajin kain tenun yang bernama desa Sukarara. Nama Sukarara konon berarti suka/rela menderita. Nama itu diambil dari legenda setempat tentang wanita yang rela hidup menderita demi kekasihnya karena pernikahan yang ditentang orang tuanya.

Di perjalanan, tour guide kami menceritakan tentang tradisi pernikahan di masyarakat Lombok yang sangat rumit dan mahal. Dimulai dari “menculik” sang calon mempelai wanita, dilanjutkan dengan rapat petinggi desa, rapat keluarga, sampai dengan prosesi pernikahan. Aku jadi ingat salah satu artikel di web BBC Indonesia atau MetroTV (lupa) yang menceritakan kalau pemuda Lombok saat ini lebih memilih menikah dengan wanita yang satu desa dengannya karena alasan biaya. Hmmm.. Pantas aja, sih…
Toko kain tenun Sukarara

Belajar alat tenun
Di sentra pengerajin Sukarara, sepertinya tidak ada peserta tour yang membeli kain tenun Lombok. Menurut pengamatanku, rekan-rekan peserta hanya mengamati cara pembuatan kain dan juga foto-foto sana-sini. Harga kainnya itu, lho… bisa bikin kita rajin berdzikir.

Destinasi selanjutnya adalah Desa Budaya Sade. Di desa ini, konon yang paling terkenal adalah rumah tradisionalnya yang dipel menggunakan kotoran kerbau. Aku pernah melihat ini di televisi, tapi lupa acara apa. Entah apa tujuan pel kotoran kerbau ini. Apakah untuk mengeraskan lantai tanah, atau apa aku sudah lupa.
Lingkungan rumah desa Sade
Tour guide desa Sade menceritakan tentang kehidupan etnik masyarakat suku Sasak di desa Sade. Yang paling unik adalah pel lantai kotoran kerbau itu. Selebihnya menurutku kurang lebih saja dengan masyarakat etnik lainnya di Indonesia.
Mbak nya sedang menenun

Jadi tukang foto-foto.. (as usual)


Tolong abaikan foto selfie saya apabila kumis dan janggut ini terlalu mengganggu Anda.
Menjelang sore hari, bus segera membawa kami ke destinasi selanjutnya yaitu pantai Tanjung Aan. Jalan menuju pantai Tanjung Aan terbilang kecil. Menurut tour guide kami, jalan tersebut memang sengaja tidak diperlebar karena wilayah sekitar pantai telah menjadi aset salah satu hotel besar di Indonesia. Konon, hotel ini dimiliki oleh salah satu keluarga-yang walau sudah reformasi-masih meliki pengaruh besar di Indonesia.
Fokus pada pemandangan. Abaikan kepala itu…!
Di perjalanan, tour guide menceritakan tentang Legenda Putri Mandalika. Putri Mandalika adalah seorang putri Raja yang mengorbankan dirinya dengan terjun di tebing pantai Kuta Lombok demi menghindari perang karena para pangeran teteangga yang memperebutkan dirinya. Sayang, kami hanya sempat berfoto sebentar di pantai itu, mungkin karena jadwal yang sangat padat.

Destinasi pertama pada hari kedua adalah pantai Senggigi. Entah seluas apa pantai Senggigi itu, karena pantai yang kami datangi tidak terlalu mirip dengan foto-foto hasil googling. Tidak banyak yang bisa aku lakukan di pantai Senggigi karena gak tau mau ngapain…
Malimbu

Senggigi
Perjalanan dilanjutkan ke Pura Lingsar. Pura ini terkenal karena adanya acara yang sangat menarik yaitu perang ketupat. Perang Ketupat dilaksanakan bersama-sama oleh masyarakat yang beragama Hindu dan Islam pada saat Lebaran Ketupat yaitu tanggal 7 Syawal pada penanggalan Hijriah.
Di sekitar Pura Lingsar

Semacam sajen

Pohon Nagasari. Konon katanya berusia ratusan tahun.

Kolam tempat “mengirimkan” doa.
Ada hal menarik di Pura Lingsar. Pura ini masih dikunjungi oleh masyarakat pemeluk agama Islam pada saat-saat tertentu. Asimilasi budaya, kata orang. Kalau kataku, sih ini namanya sinkretisme.. Hehehe..

Setelah dari Pura Lingsar, perjalanan dilanjutkan ke bandara Lombok karena kami menuju Bali. Sampai jumpa di Bali… πŸ˜€
Kembali Bersepeda 0

Kembali Bersepeda

Sudah sekitar sebulan ini, diriku mulai menggeluti kembali olahraga bersepeda lagi. Bukannya mau ikut-ikutan latah gaya hidup sehat, tapi bersepeda memang sudah menjadi hobiku sejak kecil. Jadi, ini lebih mirip Cinta Lama yang Bersemi Kembali.

Awalnya, aku menggunakan sepeda milik adikku untuk berkeliling lingkungan sekitar tempat tinggal untuk membakar kalori. Sebuah sepeda jalan raya (road bike)  yang sudah mulai menganggur karena si adik lebih sering menggunakan dan lebih sayang sama motor bebek matic-nya.

Karena pengen punya sendiri  lagi, akhirnya aku putuskan untuk membeli sebuah sepeda baru. Dengan membobol tabungan untuk modal sewa tenda dan dekorasi yang jumlahnya tak seberapa, aku membeli sebuah sepeda mountain bike. Gak papa deh, bobol tabungan. Toh yang diajak sewa tenda belum ada.

Silau, Meeen…

Rute bersepeda yang aku jalani terbilang lumayan asik. Menurut aplikasi olahraga yang aku pasang pada telepon pintar, rute ini memiliki panjang sekitar 14,4km. Dengan 8 tanjakan yang bervariasi, menurutku rute ini bisa membantuku supaya lebih sehat.

Di bawah ini sedikit foto pemandangan rute bersepedaku.

Di ujung sana banyak yang jogging

Konon katanya, calon perumahan elit

Bukit dan danau

Sepeda Adik yang ini

Sepeda saya yang itu

Namanya Prily
Bagaimana dengan teman-teman sekalian? Apakah suka bersepeda juga? πŸ™‚
Mohon Maaf… 0

Mohon Maaf…

Walau sudah semakin jarang nge-post, blog ini setiap hari masih aku kunjungi untuk memantau perkembangannya. Kali aja pengunjungnya jadi semakin melonjak karena posting tentang Astramatika ataupun tentang Ladaya Tenggarong seperti beberapa minggu yang lalu.

Selain dipantau perkembangannya, login juga sering aku lakukan untu maintenance kecil-kecilan seperti update plugin, hapus cache atau buang komentar spam. Maintenance kecil-kecilan lumayan meringankan database. :mrgreen:

Ngomong-ngomong soal buang komentar spam, beberapa hari yang lalu aku tidak sengaja menghapus komentar yang bukan spam. Karena komentar yang jualan viagra & cialis 😯 banyak banget, secara membabi-buta aku ngeklik “delete permanently” tanpa melihat secara utuh apa dan dari siapa komentar-komentar itu. Tepat saat komentar yang dimoderasi tersisia dua buah, sekilas aku melihat bahwa komentar itu berbahasa Indonesia (tidak seperti komentar spam yang berbahasa Inggris atau isinya cuma link). Duh, jadi nyesel ngklik sambil melamun.. πŸ™ πŸ˜₯

Jadi, dengan pos ini aku ingin menyampaikan permohonan maaf kepada siapapun yang menuliskan komentar, tapi komentarnya tidak muncul. Bukannya sengaja menghapus komentar Anda, tapi keadaan ppsikologis yang membuat saya jadi salah pencet. Mohon maaf ya… πŸ˜€ Jangan bosan untuk berkunjung dan berkomentar di blog saya yang sederhana ini…

Gambar ambil dari sini

Creed: Bangkitkan Kembali Underdog Story 0

Creed: Bangkitkan Kembali Underdog Story

Bagi saya yang kurang mengerti proses produksi film, sulit menentukan apakah film ini tergolong sebagai spin-off ataukah sebuah sequel. Dibilang sequel leading character-nya bukan Rocky, dibilang spin-off Rocky-nya masih ada dan membawa pengaruh besar dalam alur cerita. Biarlah production designer dan screen writer yang menentukan apakah film ini tergolong sebagai sequel atau sebuah spin-off. Saya sebagai penonton cuma bisa menikmati saja.

Creed menceritkan kisah seorang putra dari Apollo Creed bernama Adonis Johnson (Michael B Jordan), yang lahir di luar pernikahan. Adonis yang tidak pernah bertemu ayahnya menyimpan kekaguman untuk mengikuti jejak sang ayah.

Pada usia remaja, Adonis yang sedang menjalani hukuman di penjara remaja mendapat kunjungan dari seorang wanita. Adonis menyangka wanita tersebut adalah pekerja sosial yang ingin menampungnya sebagai anak asuh. Wanita itu ternyata adalah Marry Anne Creed, istri dari mendiang Apollo Creed. Marry Anne menawarkan Adonis untuk tinggal bersamanya.
Kisah berlanjut ketika Adonis sudah dewasa. Dengan kehidupan yang lebih baik, Adonis bisa mendapatkan pendidikan dan pekerjaan yang baik. Walau sudah hidup nyaman, Adonis masih menyimpan harapan besar untuk mengikuti jejak ayahnya sebagai petinju.

Kehidupan ganda di jalani oleh Adonis. Siang sebagai pekerja kantoran dan malamnya menjadi petinju. Setelah merasa cukup yakin akhirnya Adonis memilih untuk meninggalkan “pekerjaan nyaman”-nya dan fokus menjadi seorang petinju profesional.

Walau ditentang oleh ibu angkat/tirinya (Marry Anne), Adonis tetap bertekad untuk menjadi seorang petinju. Ia kemudian pergi ke kota Philadelphia untuk menemui Rocky Balboa (Sylvester Stallone) untuk meminta Rocky menjadi pelatihnya.

Awalnya Rocky menolak, namun setelah melihat keseriusan Adonis, Rocky bersedia untuk melatihnya.

Mungkin sampai di sini aja review yang saya berikan demi menghindari spolier. Bagi teman-teman yang penasaran dengan ceritanya, buruan deh nonton mumpung masih hangat (martabak, kalii) :mrgreen:
Gelora #GMT2016 0

Gelora #GMT2016

Hari Rabu, tanggal 9 Maret yang lalu, adalah hari yang lumayan seru bagi bangsa Indonesia. Pada hari Rabu lalu, Gerhana matahari Total menghampiri sebagian wilayah Indonesia.
Mengamati #GMT2016 menggunakan film Rontgen (X-Ray)

Momentum #GMT2016 ini tidak dilewatkan begitu saja oleh beberapa pihak. Kementrian Pariwisata misalnya, dengan gencar mem-promosikan #GMT2016 sebagai daya tarik khusus pariwisata Indonesia. Bahkan, salah satu situs berita besar di Indonesia membuat minisite khusus yang membahas gerhana matahari total tahun 2016 ini beberap bulan sebelum gerhana terjadi, guna mendapat kan traffic dari para pembaca website yang berminat terhadap terjadi fenomena alam ini..
Cahaya matahari meredup

Saya sendiri, bukannya sengaja ingin mengamati Gerhana Matahari 2016 ini. Pagi hari, saat terjadinya gerhana matahari, Ibu menemukan dua buah film Rontgen (X-Ray) yang disimpan. Ternyata, film Rontgen ini cukup efektif sebagai alat bantu untuk mengamati terjadinya Gerhana Matahari Total 2016 ini. Karena keluarga pada girang di luar rumah, ya jadiny ikut-ikutan deh… :mrgreen:
Astronom amatir
Semoga saja, di masa yang akan datang bisa punya usia yang panjang dan fisik yang sehat untuk dapat mengamati fenomena alam sejenis atau yang lainnya… πŸ™‚
Sekedar Update 0

Sekedar Update

Dulu, waktu aku masih jadi pengangguran sejati, aku bisa memenuhi targetku menulis sedikitnya lima post dalam sebulan. Sekarang, setelah menjadi pengangguran berlabel tenaga kerja, target itu sangat sulit dipenuhi.

Aku pikir, semakin banyak aktivitas maka akan semakin banyak tema dan ide menulis. Ternyata tidak selamanya demikian. Adakalanya ide muncul, tapi karena kesibukan tidak sempat mengembangkan ide itu menjadi tulisan. Atau sebaliknya, saat semangat menulis yang muncul, ide hilang entah di mana.

Gambar yang tidak ada hubungannya dengan isi tulisan.

Jadi, tulisan ini hanya sekedar menggunakan momen yang langka, yaitu tanggal 29 Februari untuk ngepos tulisan di blog tersayang ini. Momen yang sama langkanya dengan Piala Dunia, Pekan Olahraga nasional dan Pemilihan Presiden Amerika Serikat.

Jadi semakin sadar kalau target PO dari iklan semakin sulit didapat πŸ™ . Jadi iri sama blogger yang bisa rutin PO adsense sebulan sekali.

Semoga saja tulisan ini bisa jadi momentum bagiku supaya bisa lebih rajin menulis dan juga meningkatkan bobot tulisan… πŸ˜€

Ulang Tahun Samarinda!!!
0

Ulang Tahun Samarinda!!!

Walau secara administratif aku adalah warga Kutai Kartanegara, namun secara sosio-kultural aku menganggap diriku sebagai warga Samarinda. Gimana enggak, hampir sejak lahir sampai resmi jadi pengangguran aku beraktivitas di Samarinda.

Jadi sebagai warga Samarinda sosio-kultural, aku seperti warga Samarinda administratif juga ingin mengucapkan selamat Ulang Tahun kepada (pemerintah) Kota Samarinda.. 😁

Saat di SMP dulu, di mata pelajaran komputer, kami pernah diberi artikel untuk diketik ulang. Artikel itu menceritakan sejarah singkat kota Samarinda. Dari artikel itu aku jadi tahu kalau ulang tahun Samarinda dirayakan pada tanggal 21 Januari, walau sebenarnya 21 Januari adalah ulang tahun Pemerintah Kota Samarinda.

Selain dari artikel pelajaran komputer, Ulang Tahun Kota Samarinda juga mudah diingat olehku karena dulu, Ulang Tahun Kota Samarinda dirayakan dengan pawai. Aku sebagai salah satu anggota Drum Band SMP Negeri 1 Samarinda, dua kali berturut-turut mengikuti pawai tersebut. Sayangnya, sekarang sudah tidak ada pawai lagi saat Ulang Tahun Kota Samarinda.

Akhir kata, Selamat Ulang Tahun (Pemerintah) Kota Samarinda. Semoga Samarinda semakin menjadi kota yang TEPIAN… πŸ˜€
4G Sudah Ada di Samarinda(???) 0

4G Sudah Ada di Samarinda(???)

Seingatku, sudah dua kali ini, layanan operator seluler yang aku gunakan bermasalah setiap akhir pekan. Entah karena kualitasnya memang jelek atau karena ada maintenance.

Kejadian ini membuat aku berpikir, mungkinkah sedang ada maintenance karena sang operator sedang menyiapkan infrastruktur 4G di Samarinda? Hal tersebut tidaklah mustahil mengingat kota tetangga sudah terlebih dahulu menikmati layanan 4G.

Gambar ambil dari sini

Kota tetangga memang bikin iri banget, tapi memang gak heran kalau apa-apa pasti ada duluan di sana. Statusnya sebagai kota ekonomi membuat perusahaan-perusahaan swasta lebih memilih kota tetangga sebagai prioritas area pelayanannya. Selain itu, kota tetangga juga merupakan pintu gerbang provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Hal ini sangat berbeda dengan Samarinda yang punya status sebagai kota pemerintahan, apalagi beberapa industri di Samarinda mulai menyusut.

Sebenarnya, pilihan operator untuk menomor-dua-kan kota Samarinda dibanding kota tetangga dalam hal pelayanan jaringan 4G sangat disayangkan. Selain sebagai kota pemerintahan, Samarinda juga dikenal sebagai kota pendidikan. Universitas negeri di Kalimantan Timur pusatnya ada di Samarinda, ditambah lagi beberapa perguruan tinggi baik swasta maupun negeri.

Perguruan tinggi yang sebagian besar isinya adalah anak muda dan alay telat tobat tentu merupakan pasar potensial bagi para operator untuk menjerumuskan mereka menjadi pelanggan. Anehnya, hal ini seperti tidak disadari oleh para operator yang justru memilih kota tetangga.

Semoga saja jaringan 4G segera ada di Samarinda… 😸

Related Post

Ad Placement