Dunia Penuh dengan Kejutan Indah

Cari Apapun di Sini

Senin, 18 Juli 2016

Beruang Pijar: Riwayatmu Kini

Setiap kali menemukan bangunan rusak, ibuku selalu berkomentar bahwa orang Indonesia sudah pintar membangun, tapi kurang pintar merawat. Kalau dipikir-pikir, pernyataan itu sering ada benarnya juga.

Jadi, beberapa hari yang lalu aku pergi ke pasar pagi untuk membeli sesuatu. Di perjalanan pulang, aku singgah di taman tepian, lebih tepatnya di depan kantor gubernur kalimantan timur untuk membeli es dawet. Di taman tepian, terdapat beberapa buah lampion yang menghiasi taman. Sayangnya kondisinya sudah sangat buruk. Bukannya memperindah tampilan taman, lampion itu kini nampak seperti sampah yang memperburuk wajah taman.
Sedikit mengingat sejarah lampion ini. Lampion ini dulu mendapat kritik di media sosial karena saat pembangunannya Samarinda tengah menghadapi banjir di beberapa wilayah.

Nasib hampir serupa juga dialami Taman Teluk Lerong yang berlokasi tidak jauh dari taman di depan kantor gubernur ini. Bahkan taman Teluk Lerong sempat menjadi sorotan media cetak lokal (klik prokal).

Sekarang, satu-satunya taman lampion yang masih terawat adalah Mahakam Lampion Garden yang terletak di jalan Slamet Riyadi. Menurutku, taman itu akan bernasib lebih baik karena di sana ada penjaganya dan pengunjung juga dikenai tarif untuk dapat masuk ke lokasi taman.

0 komentar:

Posting Komentar

Related Post

Tulisan Terbaru

FHI: Menunggu Senja

Menunggu senja saat berwisata di danau buatan Taman Gubang, Loa Ulung, Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara. 10 Mei 2024.

Arsip Blog

Postingan Populer

Copyright © @dnwahyudi | Powered by Blogger
Design by Viva Themes | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com