Dunia Penuh dengan Kejutan Indah

Minggu, 17 Desember 2023

Akting Paul Dano dan Buta Warna

Beberapa hari yang lalu alu baru saja menyelesaikan nonton film The Batman (2022). Agak telat, mengingat film ini dirilis tahun lalu.

The Batman (2022) mendapatkan tanggapan yang positif dari para kritikus film. Hal ini terlihat dari skor rotten tomatoes sebear 85% dan skor audience 87%.


Artikel di screenrant juga memuji karkater The Ridler (https://screenrant.com/the-batman-paul-dano-best-riddler/) di film ini sebagai The Ridler terbaik yang pernah ada di film Batman. The Ridler versi Paul Dano dianggap lebih masuk akal dan lebih menyeramkan dibandingkan The Ridler yang ada sebelumnya. Hal ini memang sesuai karena film The Batman lebih merupakan adaptasi yang cenderung bergenre drama-action, jika dibandingkan dengan film Batman Forever yang sangat terasa ‘komik’-nya.

Sejauh yang aku ketahui, tidak banyak film Paul Dano di mana ia memerankan lead character. Kebanyakan hanya karakter sampingan. Namun akting-akting Paul Dano selalu mendapat pujian.

Film-film Paul Dano di mana ia menjadi lead character yang pernah saya tonton hanya dua. Film-film itu adalah Ruby Sparks dan The Fablemans. Selebihnya saya hanya menonton dia sebagai aktor pendukung.

Jadi ingat satu film di mana saya mulai mengagumi akting Paul Dano. Film itu adalah Little Miss Sunshine yang dirilis pada tahun 2006.

(SPOILER ALERT)

Scene yang cukup menarik perhatian saya adalah ketika karakter Dwayne yang diperankan oleh Paul Dano mengetahui bahwa ia adalah seorang yang mengalami buta warna.

Adik Dwayne,Olive menunjukkan lembaran Tes Buta Warna kepada Dwayne. Tanpa mereka sadari, ternyata selama ini Dwayne mengalami buta warna. Padahal Dwayne bercita-cita menjadi seorang pilot, yang mana tidak boleh mengalami buta warna. Hal ini tentu saja menghancurkan hati Dwayne.

Hal tersebut membuat saya sadar, ternyata tes buta warna adalah hal yang sangat jarang kita jalani, padahal pada saat tertentu, tes buta warna menjadi hal yang sangat menentukan dalam hidup kita.

Saya sendiri, pertama kali melakukan tes buta warna saat akan menjalani tes masuk di salah satu SMA favorit di kota saya. Sebelumnya, saya sama sekali tidak tahu tentang proses tes buta warna.

Tes buta warna dilakukan dengan menampilkan lembaran yang memiliki warna-warna tertentu. Orang yang menjalani tes akan diinstruksikan untuk menyebutkan warna, angka/huruf yang tampil, atau menunjuk pola warna yang ada di lembaran.

Sebenarnya proses tes buta warna adalah hal yang cukup sederhana. Namun (di zaman saya sekolah) dulu, jarang dilaksanakan terutama untuk anak sekolah. Mungkin ketersediaan media yang menjadi hambatan

Untungnya di zaman sekarang, di mana media apapun dapat kita jangkau dengan mudah, tes buta warna bukanlah hal yang sulit dijangkau. Cukup dengan klik-klik di komputer, atau tap tap di smartphone, kita dapat menjalani tes buta warna dengan instan.

1 komentar:

  1. Belum lama ini saya menjalaini tes warna
    Alhamdulillah normal, bisa untuk melengkapan syarat lamaran kerja
    wah saya kok baru tahu ada Batman terbaru, jadi pengen nonton.

    BalasHapus

Related Post

Tulisan Terbaru

Manuskrip #001: Tulisan Tangan

Sebelum masuk ke inti tulisan, aku perlu jelaskan sesuatu dulu. Jadi, tadi aku dapat ide untuk mengunggah tulisan-tulisan dan coretan-coreta...

Arsip Blog

Postingan Populer

Copyright © @dnwahyudi | Powered by Blogger
Design by Viva Themes | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com