Selasa, 13 Januari 2026

Warisan Hijau di Pot Bekas: Cerita Daun Seledri dan Jari-Jari Hijau Ayah

Tengoklah foto ini. Ini adalah sepotong kebun kecil yang tumbuh subur di dalam wadah yang sederhana. Ini adalah tanaman daun sop—atau yang lebih kita kenal sebagai seledri—yang ditanam dan dirawat oleh ayahku.


Yang menarik, potnya bukan pot mahal dari toko tanaman. Ini adalah kreasi daur ulang ayah dari barang bekas yang sudah tak terpakai. Sebuah wadah yang mendapatkan kehidupan kedua, menjadi rumah bagi akar-akar hijau. Tanaman seledri ini tidak sendirian; ia menjadi bagian dari oasis mini di sekitar rumah kami, berjajar dengan cabaitomat, dan beberapa tumbuhan lainnya, menciptakan simfoni warna dan kehidupan di teras yang sempit.


Ayahku adalah anak seorang petani. Darah dan ingatan tentang tanah mungkin mengalir deras dalam dirinya. Meski profesinya sehari-hari bukan di lahan pertanian, hobinya adalah memelihara tanaman pangan. Ada kepuasan tersendiri baginya melihat benih tumbuh, dari semai kecil hingga siap dipetik. Aku kerap memperhatikan caranya merawat, memeriksa daun, dan menyiram dengan penuh kesabaran. Aku yakin, ayah punya ‘bakat alam’ dalam bertani. Ada naluri yang tak bisa diajarkan, semacam kepekaan terhadap tanah dan tanaman, yang membuat apa pun yang ditanam tangannya cenderung tumbuh dengan gembira. Walau skalanya hanya untuk kebutuhan dapur keluarga, warisan sang kakek petani itu hidup dan berbuah di sini.


Dan seledri ini bukan sekadar penghias masakan. Daun beraroma khas ini adalah paket kesehatan mini. Beberapa manfaatnya antara lain:

Menurunkan tekanan darah berkat kandungan apigenin dan kalium.

Kaya antioksidan yang melawan radikal bebas dan peradangan.

Membantu menjaga kesehatan pencernaan.

Mendukung kesehatan jantung dengan membantu mengontrol kolesterol.

Sumber vitamin K, A, dan C yang baik untuk tulang, mata, dan imunitas.

Jadi, setiap kali aku memetik sebatang seledri dari pot bekas ini, yang terasa bukan hanya kesegaran untuk sayur sop atau campuran sambal. Aku memetik sebuah cerita. Cerita tentang warisan, tentang kreativitas mendaur ulang, tentang bakat yang diwariskan secara halus, dan tentang kesederhanaan memelihara kehidupan.

Ini adalah ketahanan pangan dalam skala paling personal. Ini adalah cara ayahku tetap terhubung dengan akarnya, sambil memberi kami yang terbaik dari ujung jarinya yang selalu cekatan di tanah. Sebuah pelajaran besar, yang tumbuh dari sebuah pot bekas.

💬 Diskusi di Fediverse

Bergabunglah dalam percakapan di jaringan sosial terdesentralisasi Mastodon

🐘 Tulis Komentar di Mastodon
💭

Komentar dari Mastodon

Memuat komentar dari Mastodon...

🔄 Komentar diperbarui otomatis • 🧵 Tampilan thread tersedia • Apa itu Mastodon?
Untuk berkomenatr melalui Mastodon atau platform ActivityPub/Fediverse lainnya silakan search akun: @[email protected]

19 komentar

  1. Wah.. Daun seledri yang segar.
    Favorit saya dimasak dengan telur dadar atau perkedel kentang... 🤤

    BalasHapus
  2. Wow.. Ternyata manfaat untuk kesehatannya lumayan banyak juga ya....

    BalasHapus
  3. wah, bisa subur gitu nanam seledri, kalo saya pernah nanam gagal trs, hasilnya busuk trs, gmn caranya Pak?

    BalasHapus
  4. Unik juga jadinya yaa pak, Meski dari wadah bekas bisa jadi kebun seledri mini.😊👍👍

    BalasHapus
  5. keren seledri nya subuh bgt gt.saya termasuk yg gagal klo nanam seledri, berhasilnya pohon2 cabe aja hehe

    BalasHapus
  6. Sudahlah hijaunya sedap dipandang sehat pula dikonsumsi

    BalasHapus
  7. Sebuah mahakarya yang menarik meski dari wadah seadanya.😊😊 Keren mas.

    BalasHapus
  8. Wah! Ayahnya mempunyai hobi yang sihat...
    Uncle tak sesuai bercucuk tanam... semuanya mati!

    BalasHapus
  9. Salam singah, wah hebat tangan ayah..seorang yang berbudi berjasa pada tanah..subur sekali tanamannya tu..

    BalasHapus
  10. Alhamdulillah, hidup subur walaupun hanya di dalam pasu kecil. Sejuk tangan ayahnya.

    BalasHapus
  11. Super kreatif ya
    Saya juga lagi mau belajar bertani
    Manfaatnya sungguh luar biasa

    BalasHapus
  12. Wahhhhh suka saya tengok warna hijau pokok segar. Memang terapi mata. Memang ada jodoh dengan alam semulajadi yar. Saya harap dapat belajar gardening supaya pokoknya tumbug cantik

    BalasHapus
  13. Wah keren daun sledri buat campuran bakso

    BalasHapus
  14. Selain daun selederi, di rumah ada tanaman apa saja?

    BalasHapus
  15. seru bangett, selamat memanen :D

    BalasHapus
  16. pas kebetulan abis kelar masak sayur sop pakai seledri
    ternyata seledri ini memang spesialis untuk sop ya

    BalasHapus
  17. Wah keren banget kak! Nggak nyangka seledri yang ditanam di pot bekas bisa subur gitu, apalagi punya cerita tentang ayah yang rajin ngerawatnya Bikin pengen nanam sendiri juga nih

    BalasHapus

Untuk berinteraksi/berkomentar menggunakan mastodon atau protocol ActivityPub lainnya, silakan search akun: @[email protected]
EmoticonEmoticon