Tengoklah foto ini. Ini adalah sepotong kebun kecil yang tumbuh subur di dalam wadah yang sederhana. Ini adalah tanaman daun sop—atau yang lebih kita kenal sebagai seledri—yang ditanam dan dirawat oleh ayahku.
Tulis Komentar di Mastodon
Yang menarik, potnya bukan pot mahal dari toko tanaman. Ini adalah kreasi daur ulang ayah dari barang bekas yang sudah tak terpakai. Sebuah wadah yang mendapatkan kehidupan kedua, menjadi rumah bagi akar-akar hijau. Tanaman seledri ini tidak sendirian; ia menjadi bagian dari oasis mini di sekitar rumah kami, berjajar dengan cabai, tomat, dan beberapa tumbuhan lainnya, menciptakan simfoni warna dan kehidupan di teras yang sempit.
Ayahku adalah anak seorang petani. Darah dan ingatan tentang tanah mungkin mengalir deras dalam dirinya. Meski profesinya sehari-hari bukan di lahan pertanian, hobinya adalah memelihara tanaman pangan. Ada kepuasan tersendiri baginya melihat benih tumbuh, dari semai kecil hingga siap dipetik. Aku kerap memperhatikan caranya merawat, memeriksa daun, dan menyiram dengan penuh kesabaran. Aku yakin, ayah punya ‘bakat alam’ dalam bertani. Ada naluri yang tak bisa diajarkan, semacam kepekaan terhadap tanah dan tanaman, yang membuat apa pun yang ditanam tangannya cenderung tumbuh dengan gembira. Walau skalanya hanya untuk kebutuhan dapur keluarga, warisan sang kakek petani itu hidup dan berbuah di sini.
Dan seledri ini bukan sekadar penghias masakan. Daun beraroma khas ini adalah paket kesehatan mini. Beberapa manfaatnya antara lain:
Kaya antioksidan yang melawan radikal bebas dan peradangan.
Membantu menjaga kesehatan pencernaan.
Mendukung kesehatan jantung dengan membantu mengontrol kolesterol.
Sumber vitamin K, A, dan C yang baik untuk tulang, mata, dan imunitas.
Jadi, setiap kali aku memetik sebatang seledri dari pot bekas ini, yang terasa bukan hanya kesegaran untuk sayur sop atau campuran sambal. Aku memetik sebuah cerita. Cerita tentang warisan, tentang kreativitas mendaur ulang, tentang bakat yang diwariskan secara halus, dan tentang kesederhanaan memelihara kehidupan.
Ini adalah ketahanan pangan dalam skala paling personal. Ini adalah cara ayahku tetap terhubung dengan akarnya, sambil memberi kami yang terbaik dari ujung jarinya yang selalu cekatan di tanah. Sebuah pelajaran besar, yang tumbuh dari sebuah pot bekas.
💬 Diskusi di Fediverse
Bergabunglah dalam percakapan di jaringan sosial terdesentralisasi Mastodon
Memuat komentar dari Mastodon...
🔄 Komentar diperbarui otomatis • 🧵 Tampilan thread tersedia •
Apa itu Mastodon?
Untuk berkomenatr melalui Mastodon atau platform ActivityPub/Fediverse lainnya silakan search akun: @[email protected]
19 komentar
Untuk berinteraksi/berkomentar menggunakan mastodon atau protocol ActivityPub lainnya, silakan search akun: @[email protected]




Wah.. Daun seledri yang segar.
BalasHapusFavorit saya dimasak dengan telur dadar atau perkedel kentang... 🤤
Wow.. Ternyata manfaat untuk kesehatannya lumayan banyak juga ya....
BalasHapuswah, bisa subur gitu nanam seledri, kalo saya pernah nanam gagal trs, hasilnya busuk trs, gmn caranya Pak?
BalasHapusUnik juga jadinya yaa pak, Meski dari wadah bekas bisa jadi kebun seledri mini.😊👍👍
BalasHapuskeren seledri nya subuh bgt gt.saya termasuk yg gagal klo nanam seledri, berhasilnya pohon2 cabe aja hehe
BalasHapusSudahlah hijaunya sedap dipandang sehat pula dikonsumsi
BalasHapusSebuah mahakarya yang menarik meski dari wadah seadanya.😊😊 Keren mas.
BalasHapusWah! Ayahnya mempunyai hobi yang sihat...
BalasHapusUncle tak sesuai bercucuk tanam... semuanya mati!
Salam singah, wah hebat tangan ayah..seorang yang berbudi berjasa pada tanah..subur sekali tanamannya tu..
BalasHapusAlhamdulillah, hidup subur walaupun hanya di dalam pasu kecil. Sejuk tangan ayahnya.
BalasHapusSuper kreatif ya
BalasHapusSaya juga lagi mau belajar bertani
Manfaatnya sungguh luar biasa
Wahhhhh suka saya tengok warna hijau pokok segar. Memang terapi mata. Memang ada jodoh dengan alam semulajadi yar. Saya harap dapat belajar gardening supaya pokoknya tumbug cantik
BalasHapusWah keren daun sledri buat campuran bakso
BalasHapusSelain daun selederi, di rumah ada tanaman apa saja?
BalasHapusasiik.....menikmati hasil usaha sendiri.
BalasHapusseru bangett, selamat memanen :D
BalasHapuspas kebetulan abis kelar masak sayur sop pakai seledri
BalasHapusternyata seledri ini memang spesialis untuk sop ya
Ditunggu artikel terbarunya
BalasHapusWah keren banget kak! Nggak nyangka seledri yang ditanam di pot bekas bisa subur gitu, apalagi punya cerita tentang ayah yang rajin ngerawatnya Bikin pengen nanam sendiri juga nih
BalasHapus